CEOInterviews.AI
Start App
Perry Warjiyo
Former Governor, Bank Indonesia

Airlangga and Perry Warjiyo: Indonesia's Economy Grows 5.61%, Highest in the G20, Rupiah Will Str...

📅 May 05, 2026 Radar Banjarmasin 11 MIN 23 SEGMENTS · 2 SPEAKERS
In a press statement by the Financial System Stability Committee (KSSK) at the Merdeka Palace on Tuesday, May 5, 2026 ...

What Perry Warjiyo said

Written from the verified transcript and checked against it. Every figure links to the moment it was said.

Perry Warjiyo, former Governor of Bank Indonesia, addressed the press after a meeting with the President, stating that the rupiah is currently undervalued and expected to stabilize and strengthen. He attributed short-term pressure on the currency to global factors, including high oil prices and rising US Treasury yields at 4.47%, as well as seasonal demand for dollars in April to June for dividend repatriation, debt payments, and hajj travel. Warjiyo outlined seven measures Bank Indonesia is taking to support the rupiah, including intervention in domestic and offshore markets, purchasing government bonds from the secondary market, and tightening limits on dollar purchases without underlying transactions. He noted that the revision to PP36 will take effect on June 1, 2026, requiring export earnings from natural resources to be converted to rupiah.

Key takeaways

  1. Bank Indonesia will lower the limit on dollar purchases without underlying to $25,000 per person per month, from $50,000.
  2. Revision to PP36 will be effective June 1, 2026, mandating conversion of export earnings to rupiah up to 50%.
  3. Bank Indonesia has bought Rp3.1 trillion of government bonds from the secondary market year-to-date.

Numbers and commitments

FigureWhat it refers toTypeAt
50% Maximum conversion of export earnings to rupiah under revised PP36 commitment 10:18
June 1, 2026 Effective date for revised PP36 on export earnings timeline 10:18

Chapters

  1. 0:00Rupiah undervalued and will strengthen
  2. 4:20Global and seasonal pressures on rupiah
  3. 5:32Seven measures to stabilize rupiah
  4. 6:26SRBI to offset outflows from SBN and stocks
  5. 7:10Bank Indonesia buying government bonds
  6. 7:42Liquidity in banking and markets
  7. 8:01Limits on dollar purchases without underlying
  8. 8:57Strengthening offshore NDF market
  9. 9:27Supervision of banks and corporations
  10. 10:18Revision to PP36 on export earnings

Questions asked in this interview

1
  1. 11:02Selamat soal kebijakan yang di apa ada saja, Pak?
Unknown 0:01 ↗
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Salam sejahtera bagi kita semua.
Teman-teman media cetak, media elektronik, saya bersama Pak Gubernur Bank Indonesia, Ketua LPS, Pak Menteri Keuangan, dan Ketua OJK. Tadi rapat dengan Bapak Presiden dan dilaporkan kepada Bapak Presiden kondisi perekonomian saat ini yang dari hasil tadi pengumuman BPS di kuartal pertama baik kita pertumbuhannya di 5,61 dan pertumbuhan ini adalah di antara negara G20 tertinggi. Jadi kita di atas Cina, di atas Singapura, Korea Selatan, Arab, bahkan Amerika. Dan pertumbuhan ini di atas daripada ekspektasi dari berbagai lembaga yang biasanya mereka rata-rata di angka 5,2.
Kemudian dari beberapa pertumbuhan kita melihat bahwa pertumbuhan konsumsi baik di 5,52%. Kemudian juga konsumsi pemerintah juga naik 21,31%. Kemudian juga dari segi ekspor dan impor juga positif. Dari segi lapangan usaha, sektor industri, sektor perdagangan, sektor administrasi pemerintahan, jasa lainnya dan juga transportasi pergudangan, pertanian, dan konstruksi juga berjalan dengan baik.
Kalau secara indikator makro ini, inflasi juga berhasil ditekan di 2,42% turun dari 3,48% di periode yang lalu di bulan Februari di bulan Maret. Kemudian juga indeks keyakinan konsumen di 122,9, neraca dagang positif untuk 71 bulan di 3,32 bilun. Kemudian cadangan devisa per Maret 148, neraca pembayaran surplus 6,1 dan realisasi investasi naik 7% menjadi 498,8.
Kemudian kredit growth di 9,49%, dana pihak ketiga berarti trust dari masyarakat tinggi 13,5%. Dan kemudian tentu beberapa hal yang menjadi perhatian tentu terkait dengan Bapak Presiden melihat terkait dengan capital outflow dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu oleh pasar modal, kedua SBN dan ketiga dinetralisasi oleh SRBI dan tadi disepakati dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan sehingga ke depan ini bisa dijaga terkait dengan capital outflow.
Dan selanjutnya terkait dengan rupiah Bapak Presiden menanyakan nanti dijelaskan oleh Pak Gubernur terutama juga terkait dengan diperdagangkannya mata uang Indonesia secara forward di beberapa negara. Silakan, Pak.
Perry Warjiyo 3:24 ↗
Terima kasih, Pak Menko. Rekan-rekan sekalian, Pak Menteri Keuangan, Bu Ketua OJK, Pak Ketua LPS, selamat sore. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tadi dibahas dan mendapatkan arahan dari Bapak Presiden mengenai nilai tukar berkaitan dengan dua hal penting mengenai nilai tukar. Bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalued, undervalued dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat. Kenapa undervalued tadi disampaikan oleh Pak Menko, fundamental kita itu kuat, pertumbuhan sangat tinggi 5,61%, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat. Nah, inilah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat.
Nah, kenapa dalam jangka pendek ini ada tekanan-tekanan nilai tukar? Sebabnya ada dua, yaitu ada faktor global dan kemudian pada faktor-faktor musiman. Faktor globalnya apa? Yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini adalah satu harga minyak yang tinggi, dua suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47%. Demikian juga dolar yang menguat dan Pak Menko tadi mengatakan terjadinya pelarian modal dari emerging market termasuk Indonesia.
Nah, memang dalam secara musiman April, Mei, Juni memang permintaan terhadap dolarnya tinggi. Ada untuk pembayaran repatriasi dividen, ada pembayaran utang dan juga untuk jemaah haji. Tapi rupiah adalah undervalued dan ke depan akan stabil dan cenderung menguat. Itu nomor satu.
Nomor dua, ya kami melaporkan pada Pak Presiden dan Pak Presiden menyetujui dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan. Tujuh langkah pentingnya yang tadi kami laporkan apa? Satu, kami akan terus melakukan intervensi secara tune dan domestic delivery di dalam negeri dan juga non-deliver forward NDF di pasar luar negeri di Hongkong, di Singapura, di London, di New York. Kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Cadangan devisa kami lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu.
Yang kedua, tadi Pak Menko sudah menyebutkan karena sementara ini SBN itu keluar kemudian saham meskipun dalam minggu-minggu terakhir hasil koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan sudah mulai inflow tapi year to date masih outflow. Sementara saham terjadi outflow sehingga kami bersepakat untuk sementara ini SRBI dibuat perlu inflow sehingga inflownya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN dan saham itu. Koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan sehingga betul-betul menjaga inflow-nya dari portfolio asing itu masih year to date-nya masih terjadi inflow dan itu memperkuat nilai tukar rupiah.
Nomor tiga ini juga koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan, BI akan terus membeli SBN dari pasar sekunder. Ini koordinasi sudah awal tahun koordinasi dan kita lakukan, kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year to date adalah Rp3,1 triliun dan kami akan melakukan koordinasi termasuk nanti Pak Menteri bisa melakukan masalah buyback dan segala macam. Koordinasi sangat erat antara fiskal dan moneter.
Kemudian yang keempat, kami juga dengan Pak Menteri menjaga likuiditas di perbankan dan pasar lebih dari cukup, yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer yang selalu dobel di terakhir itu pertumbuhan uang primernya adalah 14,1%.
Nomor lima yaitu adalah yang kami sudah keluarkan adalah pembatasan pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying yang dulunya 100.000 dolar per orang per bulan kita turunkan 50.000 dolar per orang per bulan. Itu yang kami langsung koordinasi dengan KSSK untuk penguatan termasuk di dalam negeri itu adalah pasar yuan, Chinese yuan dengan rupiah sudah berkembang di dalam negeri. Karena local currency kita dengan Cina sama yuan, Cina sama rupiah itu sangat tinggi dan sekarang sudah mulai terbentuk pasar domestik yuan sama rupiah termasuk ini local currency sehingga itu mengurangi atau melakukan diversifikasi dari dolar sehingga itu bisa memperkuat.
Nomor enam adalah penguatan untuk pasar intervensi kami di offshore non-deliver forward supaya kita lebih mampu mengendalikan perkembangan nilai tukar di offshore di luar negeri. Selain intervensi yang terus kami lakukan, kami juga membolehkan bank-bank domestik untuk ikut jualan offshore NDF di luar negeri sehingga pasokannya lebih banyak sehingga itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar rupiah.
Nomor tujuh adalah peningkatan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang terutama kami lihat bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian dolarnya tinggi. Kami kirim pengawas ke sana koordinasi dengan Bu Ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga.
Terima kasih, Pak Menko. 25.000 ya yang tadi pembatasan pembelian dolar yang sudah kami turunkan dari 100.000 menjadi 50.000, kami persiapkan kami akan turunkan lagi menjadi 25.000 sehingga pembelian dolar sampai dengan atau di atas 25.000 itu harus pakai underlying. Ya, itu yang kami akan perkuat, ini akan kami perkuat dalam negeri.
Sudah cukup. Oke, berarti yang lain yang terakhir terkait dengan regulasi devisa hasil ekspor sumber daya alam. Jadi, revisi perubahan terhadap PP36 sudah difinalisasikan dan akan diberlakukan per 1 Juni 2026. Jadi, ya perubahan bahwa DH SDA wajib masuk ke dalam negeri dan dikonversi ke rupiah maksimum 50%. Dan juga terkait dengan sektor ekstraktif atau oil and gas itu berlaku seperti yang sekarang yaitu yang berlaku 3 bulan.

3 more exchanges in this transcript

Sign in free to read the rest of this interview. No card required.

Sign in to read the full transcript

Cite this transcript

APA, MLA, BibTeX
APA

Warjiyo, P. (2026, May 5). Airlangga and Perry Warjiyo: Indonesia's Economy Grows 5.61%, Highest in the G20, Rupiah Will Str... [Interview transcript]. Radar Banjarmasin. CEOInterviews.AI. https://ceointerviews.ai/interview/941513/

MLA

Perry Warjiyo. "Airlangga and Perry Warjiyo: Indonesia's Economy Grows 5.61%, Highest in the G20, Rupiah Will Str...." Radar Banjarmasin, 5 May. 2026. Transcript, CEOInterviews.AI, https://ceointerviews.ai/interview/941513/.

BibTeX
@misc{warjiyo2026_941513,
  author       = {Perry Warjiyo},
  title        = {Airlangga and Perry Warjiyo: Indonesia's Economy Grows 5.61\%, Highest in the G20, Rupiah Will Str...},
  howpublished = {Interview transcript, Radar Banjarmasin. CEOInterviews.AI},
  year         = {2026},
  month        = {may},
  url          = {https://ceointerviews.ai/interview/941513/},
  note         = {Speaker-attributed transcript with timestamps}
}